anak hatta rajasa tewaskan 2 orang

Rabu, 02 Januari 20130 komentar


jakarta-andalas Kecelakaan maut melibatkan mobil BMW B 272 HR yang dikemudikan M Rasyid Amirullah (foto), anak Menteri Koordinator Pereknomian Hatta Rajasa dengan mobil Luxio F 1622 CY yang dikendarai Frans Sirait terjadi usai pesta malam Tahun Baru, Selasa subuh (1/1) sekitar pukul 05.45 WIB.
Dalam insiden kecelakaan yang terjadi di Jalan Tol Jagorawi Km 33,50 arah Bogor itu, dua orang tewas dan tiga korban lainnya luka-luka. Korban luka dibawa ke RS Polri Kramat Jati dan RS UKI.
Namun saat dikonfirmasi wartawan, pihak Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya sempat mencoba menutup-nutupi soal identitas 'sopir maut' yang merupakan anak Hatta Rajasa itu.
Meski Kepala Divisi Humas Polri Irjen Suhardi Alius menyebut bahwa M Rasyid Amirulloh putra Hatta Rajasa adalah pelaku kecelakaan lalu lintas, Ditlantas Polda Metro Jaya enggan mengamininya.
Kepada wartawan, Selasa (1/1), Kasubdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKB Sudarmanto membantah semua informasi terkait kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak dari besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kami belum tahu siapa (identitas keluarga) si pelaku. Yang pasti dia (pelaku) bernama M Rasyid Amirulloh. Soal dia anak siapa kami masih menyelidiki. Ingat, ada UU KIP (Keterbukaan Informasi Publik) pasal 18 di sana ada satu klausul yang berbunyi tidak bisa diinformasikan manakala masih dalam penyidikan," katanya.
Menurutnya, pelaku yang sudah menjalani tes urine kini dalam perawatan tim medis di sebuah rumah sakit. Pelaku dikatakan tengah trauma lantaran menderita luka memar di bagian kepala. "Kami tidak bisa menyebutkan di mana rumah sakit tempat dia dirawat. Sekali lagi wartawan harus mengerti UU KIP," tegas dia.
Sudarmanto menjelaskan, Rasyid hanya seorang diri di dalam mobil saat terjadi kecelakaan.
Disinggung adanya perlakuan istimewa, Sudarmanto membantahnya. Kata dia, semua kondisi berlaku sama di mata hukum dan diproses sesuai aturan.


Pun saat awak media coba menanyakan di mana bangkai kendaraan dibawa polisi, Sudarmanto kembali berkelit. "Ya mungkin mobilnya ada di showroom," seloroh dia.
Lebih jauh terang dia, seluruh korban kecelakaan maut itu, menumpang Daihatsu Luxio F 1622 CY yang dikendarai Frans Joner Sirait (27). Sedangkan kendaraan BMW seri X5 bernopol B 272 HR yang menabrak seluruh korban dikemudikan Amirulloh.
"Sopir Frans Sirait bawa lima penumpang dengan kecepatan 80 kilometer per jam. Mobil korban ditabrak dari belakang dengan kecepatan yang lebih tinggi sehingga pintu Luxio terbuka dan penumpang terpental keluar. Jadi bisa Anda bayangkan berapa kecepatan BMW itu?" tanya dia.
Sebelumnya Suhardi membenarkan informasi perihal putra Hatta Rajasa. Pernyataan jenderal bintang dua itu dikirim via sms yang tersebar di kalangan media.
"Betul mas. Saya baru terima informasi laporan dari Lantas Metro. Sekarang dalam proses di Metro," tutur Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Suhardi Alius menjawab pertanyaan wartawan mengenai apakah Rasid merupakan putra dari Hatta Rajasa, Selasa (1/1).
Kepastian dari Suhardi ini mengklarifikasi kabar yang berhembus sejak Selasa siang. Hatta diketahui memiliki putra bernama Rasid Amirulloh Rajasa. Selain itu dua huruf belakang di plat mobil BMW X5 yang Rasid kendarai B 272 HR, diketahui cukup identik dengan Hatta Rajasa.
Insiden ini bermula ketika Luxio bernopol F 1622 CY sedang melaju dengan kecepatan sedang di ruas dua jalan tol Jagorawi yang mengarah ke Bogor sekitar pukul 06.00 WIB. Tiba-tiba mobil ini diseruduk oleh BMW bernopol B 272 HR dari arah belakang, yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Insiden terjadi di ruas jalan tol Jagorawi tepatnya di daerah Cililitan. Dua orang penumpang Luxio yang duduk di kursi belakang meninggal. Mereka adalah Harun (60) dan Raihan (1,5).
Selain dua orang tersebut, juga terdapat 3 korban di mobil Luxio, yang mengalami luka-luka, yakni Rival (8 tahun), Nung (32 tahun), dan Norman (41 tahun).

Minta Maaf
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengakui, M Rasyid Amrullah, pengemudi BMW B 272 HR adalah putranya. Dengan terbata-bata, Hatta meminta maaf kepada keluarga korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka.
"Inna lilahi wa inna ilaihi rajiun. Kami sekeluarga terpukul atas kejadian tersebut atas meninggalnya dua saudara kita.
Kami sekeluarga berbelasungkawa yang sangat mendalam," ujar Hatta Rajasa yang terlihat terpukul dalam keterangan pers di kediamannya, Jakarta, Selasa (1/1). Sang istri, Okke Rajasa, yang mendampinginya tak berhenti menangis. Hatta sendiri berulang kali terdiam dengan wajah tampak sangat berduka.
"Kami sekeluarga berbelasungkawa yang sangat mendalam atas meninggalnya dua korban. Kami sampaikan keprihatinan yang mendalam, sekaligus kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," kata Hatta.
Hatta mengaku setelah mendengar peristiwa yang menimpa anaknya itu, dirinya langsung meminta keluarganya untuk memberikan perhatian kepada korban dan keluarga.
"Saya sendiri ingin hadir, meminta maaf dan hadir pada keluarga yang di Sukabumi dan Tangerang. Sebagai rasa cinta dan duka kami dan sekaligus permohonan maaf atas kejadian ini," tuturnya.
Berulang kali Hatta menyampaikan permintaan maaf tersebut.  Selain didampingi sang istri, Hatta juga didampingi putra sulungnya, Reza Rajasa.

Harus Diproses
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, polisi harus berani tegas dalam memproses hukum anak Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, Rasyid Amrullah Rajasa.
Menurutnya, polisi harus langsung menahan Rasyid yang menjadi pengemudi mobil BMW B 272 HR dan menabrak mobil Daihatsu Luxio F 1622 CY di ruas tol Jagorawi yang mengakibatkan dua orang meregang nyawa.
“Ditlantas harus segera menahan anak pejabat yang diduga menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas yang sudah membuat tewas sejumlah orang tersebut. Jika anak pejabat itu tidak segera ditahan, berarti Ditlantas Polda bersikap diskriminatif dalam melakukan penegakan hukum,” ujar Neta.
Neta memaparkan, ada tiga alasan mengapa pelaku penabrakan yang juga anak pejabat itu harus segera ditahan. Pertama, agar rasa keadilan masyarakat ditegakkan. Kedua, agar tidak menghilangkan barang bukti.
“Ketiga, tidak melarikan diri sehingga polisi bisa dengan cepat memproses kasus ini,” terangnya.
Ia menambahkan, sebelumnya kasus kecelakaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia juga pernah dialami seorang pengacara terkenal. Namun, pengacara itu pun tetap ditahan dan diproses hingga ke pengadilan.
“Meskipun antara pengacara dan keluarga korban sudah ada perdamaian, pengacara terkenal itu tetap ditahan dan diproses ke pengadilan,” ujarnya.(bbs/gus)

Share this article :

Posting Komentar

 
Deposting | SAINS & TEGHNOLOGY
Deposting-----------------------Deposting----------------Deposting-----------------------Deposting De Pos Ting